Fakta Mata Tentang Kesehatan

Sabtu, 31 Maret 2012

Mata merupakan panca indera manusia yang paling penting. Dapat dibayangkan jika kita mengalami kerusakan mata atau kebutaan. Maka dari itu kita harus menjaganya dengan baik, ya!
Namun, mata juga bisa membantu kita untuk mendeteksi berbagai masalah gangguan kesehatan, lho.
Nah, berikut ini, ada beberapa jenis gangguan pada mata yang bisa menjadi sinyal adanya ketidakberesan dalam tubuh kita.

Ukuran pupil berbeda
Coba lihat pupil atau lingkaran hitam di tengah bola mata, pada orang normal biasanya simetris. Ukuran dan reaksinya sama saat terkena sinar matahari.
pupil

Namun, jika salah satu pupil mata kamu terlalu besar atau kecil dari yang lain, bisa jadi itu merupakan adanya gangguan kesehatan, lho.
Para ahli mengatakan bahwa perbedaan pupil dapat menunjukkan bahwa orang tersebut berada pada risiko tinggi mengalami stroke, tumor saraf optik atau tumor otak atau aneurisme otak.

Mata kering
Jika mata kamu selalu kering dan super sensitif terhadap cahaya, bisa jadi itu menjadi sinyal adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh kamu, seperti sindrom Sjogren,  yaitu gangguan sistem imun dimana sel imun menyerang dan menghancurkan kelenjar eksokrin yang memproduksi air mata dan liur.

Mata berawan atau katarak   (cloudy eyes )
Jika mata kamu seakan berkabut dan penglihatan mata kamu terganggu, bisa saja kamu memiliki katarak.
Nah, hal ini menyebabkan kekeruhan di lensa dalam mata dan harus dioperasi untuk menormalkan penglihatan.
Kondisi ini sering terjadi pada orang lanjut usia.
Namun, jangan salah, anak muda juga berisiko dan biasanya disebabkan efek samping dari penyakit diabetes, tumor dan pengonsumsian obat tertentu, lho.

Mata gatal
Nah, meskipun ada banyak hal yang dapat menyebabkan rasa gatal di sekitar mata, alasan yang paling umum dapat menunjukkan adanya reaksi alergi.
Asal tahu saja, mata dan daerah sekitarnya merupakan bagian yang sensitif dan lebih rentan terhadap infeksi dan alergi. Pemicunya bisa saja dari debu atau bulu binatang.
Jika mata kamu gatal dan merah, coba atasi dengan antihistamin  untuk mengurangi kemerahan atau kunjungi dokter untuk dilakukan tes alergi.
Jika mata dan kelopak mata kamu bengkak dan sakit, bisa pertanda bahwa kamu kurang tidur. Ayo, istirahat yang cukup, ya!

Mata Abu-abu
Jika mata kamu timbul seperti cahaya cincin di sekitar kornea mata, mungkin kamu mengidap arcus senilis , yang sering dikaitkan dengan kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi.
Hati-hati, lho, arcus senilis merupakan penyakit yang bisa menyebabkan risiko penyakit jantung dan stroke. Ck...ck...ck!
Jika melihat ada cincin berwarna abu-abu yang melingkari mata kamu, segera kunjungi dokter, ya!


Sumber :http://www.kidnesia.com/Kidnesia

Seamount di Indonesia

Rabu, 28 Maret 2012

Indonesia memang tempatnya gunung-gunung berapi. Kenapa begitu? Sebab, letak negara kita ini berada di jalur dan jajaran cincin api  atau ring of fire.


Nah, tak hanya ada di permukaan bumi saja gunung berapi yang terdapat di Indonesia, tapi juga yang berada di dalam laut.
Menurut data, Indonesia memiliki beberapa gunung berapi bawah laut. Mau tahu, gunung apa saja?

1. Gunung Marore
Gunung bawah laut yang terletak di sebelah barat Pulau Marore, Sulawesi Utara   ini biasa disebut Gunung Submarine karena belum diberi nama.
Hmm... kamu ada ide untuk memberi nama gunung ini Hihihi..  Menurut Nesi, karena gunung ini berada di dekat Pulau Marore, kita sebut Gunung Marore saja, gimana? Setuju?
Eh, menurut Regina, gunung berapi bawah laut itu bernama Gunung Mahangetang. Soalnya, Regina tinggal di Sangihe. Waah, terima kasih ya, Regina, buat infonya. Top deh!

2. Gunung Banua Wuhu

Asal kamu tahu saja, gunung ini meletus pada tahun 1922 dan tahun 1955. Sebelum meletus, sejak tahun 1912 sudah terjadi gempa berkali-kali. Gunung Banua Wuhu.  Gunung ini terletak di dekat Pulau Mahangetang, Kepuluan Sangihe, Sulawesi Utara.
Gunung ini pernah meletus pada tahun 1835, 1888, 1889, 1895, 1904, 1918, 1919, dan 1968. Tinggi Banua Wuhu sekitar 400 meter dari dasar laut dan puncaknya berada sekitar 5 meter di bawah permukaan laut.

3. Gunung Niuwerker

Gunung ini terletak di perairan laut Banda, Maluku Tengah.  Gunung ini pernah meletus pada tahun 1893, 1925, dan 1927.
Gunung ini memiliki 2 puncak yang terpisah sejauh 7 kilometer. Puncak Niuwerker terletak di kedalaman 2285 meter di bawah permukaan laut.

4. Gunung Emperor of China

Gunung ini terletak di perairan Laut Banda, Maluku. Pernah meletus pada tahun 1893 dan 1927.
Gunung ini tingginya sekitar 1500 meter dari dasar laut dan puncaknya berada pada kedalaman 2850 meter di bawah permukaan laut. Bentuknya tidak lancip seperti kerucut, tetapi berupa gundukan cembung seperti bentuk perisai.

5. Gunung Hobal 

Gunung ini terletak di perairan laut Pulau Lembata, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gunung ini pernah meletus tahun 1999. Puncaknya berada pada kedalaman 3800 meter di bawah permukaan laut.

6. Gunung Kawio

Gunung ini terletak di perairan Pulau Kawio, Sulawesi Utara. Letaknya berbatasan dengan Filipina. Gunung Kawio Barat tingginya 3800 meter dari dasar laut dan puncaknya berada pada kedalaman 1855 meter di bawah permukaan laut.
Nah, itulah beberapa gunung berapi bawah laut yang ditemukan oleh para peneliti vulkanologi. Kemungkinan besar, masih banyak lagi gunung berapi yang letaknya di bawah perairan laut Indonesia.

Sumber : http://www.kidnesia.com/Kidnesia